Barometer Kemitraan Plasma Ada di Jambi

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk unit Jambi (PT Agrowiyana/AGW) mengembangkan pola kemitraan plasma sejak awal berdirinya di Kabupaten Tanjung Jabung, Jambi. Luas lahan plasma sebesar 65 %, yaitu 7.701 ha, sedangkan luas lahan inti sebesar 35 % yaitu 4.418 ha. Ada dua bentuk pola kemitraan plasma dikembangkan perusahaan yaitu pola plasma-PIR Trans (masyarakat transmigrasi) dan pola plasma-KKPA (masyarakat lokal).

Keberhasilan BSP unit Jambi mengelola plasma berpengaruh nyata terhadap kehidupan masyarakat plasma. Hal ini diakui banyak pihak, baik pemerintah daerah Jambi maupun pihak-pihak lain bahkan menjadi proyek percontohan pemerintah dalam program pengembangan perkebunan sistem kemitraan inti plasma. Sejauh mana program kemitraan Plasma berlangsung dan apa saja yang telah dicapai masyararkat ? Redaksi Harmoni mewawancarai beberapa pihak pengelola plasma di perusahaan maupun masyrakat petani kebun plasma.

” Plasma Jambi telah menjadi barometer pengembangan plasma di daerah ini, bahkan pada tingkat nasional. Kita cukup berhasil membangun ekonomi masyarakat, kegiatan pemberdayaan masyarakat juga berjalan secara mandiri. Kemitraan ini men-darah daging dalam kehidupan masyarakat. Banyak pihak, lembaga-lembaga lain melalukan studi banding ke sini, misalnya dala waktu dekat ada permintaan dari pemda lampung minggu depan untuk berkunjung ke kami ”, ungkap ON Sebayang, Incharge Manager PBSN (39 Th) dan Plasma BSP unit Jambi.

Bambang laksanawan menambahkan bahwa kemitraan inti plasma adalah jalan menuju kesejahteraan. ” Keberhasilan kita menyelesaikan konversi dan pelunasan kredit plasm tepat waktu adalah satu kebanggaan kami. Kita akan pertahankan kerjasama ini bahkan lahan-lahan di luar plasma kita ajak bergabung, sehingga masyarakat dan perusahaan beriringan menuju kesejahteraan bersama” tuturnya.

Menurut ON Sebayang, tugas kami di Plasma adala lebih banyak pada pemberdayaan petani plasma, memaksimalkan produksi agar cicilan petani cepat lunas. Selain itu perusahaan berupaya menjaga kesinambambungan produksi pada umur tanaman hingga berumur 25 s/d 30 tahun. Perusahaan secara secara moral melakukan pembinaan untuk melakukan pencerahan dan mengubah cara berfikir masyarakat dari pola berpikiir pertanian perkebunan tradisional menjadi pola pikir perkebunan. ” Dengan pembinaan berkesinambungan, maka cara berfikir kita sama dengan cara berfikir, sehingga produksi sawit bisa dipertahanklan lebih lama produkstifitasnya dan meningkat” jelasnya.

Sebayang menjelaskan bahwa dalam proses pemberdayaan plasma melalui KUD yang menjadi mitra kerja dan binaan kita, koperasi adalah bagian dari pola kemitraan. ” Kita membina organisasi dan orang-orangnya, melakukan kontrol dan pelatihan prosedur-prosedur kerjanya. Pembinaan berkesinambungan melalui penyuluhan antar kita dengan mereka atau kita undang dan datangkan pihak pemerintah, dinas koperasi dan sebagainya “ jelasnya.

Sebayang menguraikan banyak hal yang telah dicapai masyarakat dari hasil plasma baik dari perbaikan ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan soaila lainnya. “ perubahan infrastruktur, terutama rumah. Dulu rumah mereka bisa dikatakan kurang layak huni, tapi sekarang sudah baik, rumah banyak telah permanent, memiliki pagar, punya genset, kendaraan rata-rata ada dua buah, untuk aktivitas lahan dan sekolah, bahkan ada petani yang memiliki truk juga ada” katanya..

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s